Rabu, 16 Desember 2020

4 Cara Mencegah Terjadinya Masalah Saat Pengiriman Barang

Jasa kirim barang saat ini tengah naik daun di Indonesia. Salah satu sebabnya adalah kian meningkatnya minat masyarakat untuk membeli atau menjual barang secara daring. Semakin bertumbuhnya marketplace dan e-commerce menjadi salah satu faktor pendukung berkembangnya jual beli online.


Berbagai promosi dari toko online juga turut memberi dampak positif dalam peningkatan kegiatan masyarakat berbelanja daring. Namun, berbelanja daring tidak selalu berjalan mulus terkadang ada saja masalah terjadi.

Mengantisipasi Masalah Saat Pengiriman baran

Sebagai seorang penjual Anda tentunya tidak ingin mendapati masalah dalam pengiriman barang. Oleh sebab itu, pencegahan dilakukan agar tidak ada masalah di masa depan. Berikut 4 cara melakukan pencegahan yang bisa Anda lakukan:

1.     Tuliskan Nama dan Alamat Penerima Barang dengan Lengkap

Hal terpenting dalam mengirim barang selain packing yang rapi dan tidak mudah rusak adalah menuliskan nama dan alamat penerima barang dengan lengkap. Mulai dari nama, nomor telepon, alamat penerima harus lengkap disertai nomor rumah, kode pos, dan keterangan pendukung lainnya.

 

Terkadang, penjual kurang jeli dalam hal ini sehingga membuat kurir kebingungan kala melakukan pengiriman. Oleh sebab itu, sebelum menuliskan alamat pastikan sekali lagi alamat kirim kepada si penerima paket.

 

2.     Penulisan Marking Code Harus Benar

Beberapa jasa kirim barang biasanya menggunakan marking code dengan penomoran berbeda pada masing-masing kiriman. Dalam penulisan marking code, pengirim memang tidak bertanggung jawab atas hal tersebut, tapi murni tanggung jawab dari jasa pengiriman. Namun, akan lebih baik apabila Anda mengetahui mengenai marking code ini sebab bisa jadi akan melakukan pengiriman lagi di kemudian hari.

 

Marking code bisa diberikan berdasarkan nama penerima sehingga akan lebih baik apabila Anda meminta nama sesuai KTP pada orang yang akan dikirimkan barang. Mencantumkan nama sesuai KTP akan meminimalkan kemungkinan tertukarnya barang dengan pelanggan lain yang namanya sama atau mirip.

3.     Pastikan Paket Tidak Termasuk dalam Dangerous Goods

Jasa pengiriman memiliki kode etik sendiri dan peraturan untuk tidak mengirimkan barang tertentu. Agar pengiriman tidak bermasalah, Anda harus memastikan barang yang dikirim tidak menyalahi aturan dari jasa pengiriman.

 

Jangan mengirimkan barang yang termasuk dalam dangerous goods, yaitu barang yang tidak boleh dikirimkan oleh jasa pengiriman, seperti liquid, senjata tajam, narkotika, dan minuman keras. Apabila Anda mengirimkan barang-barang tersebut, maka akan ditahan dan tidak dikirimkan, juga tidak dikembalikan kepada pengirim.

4.     Pilih Jasa Pengiriman yang Jelas Kredibilitasnya

Langkah pencegahan terakhir adalah mencari jasa pengiriman dengan kredibilitas yang bagus dan sudah terbukti profesional dalam melakukan tugas. Ada banyak sekali jasa pengiriman di Indonesia sehingga Anda harus memilah dan memilih dengan benar.

 

Lakukan pengecekan mengenai track record sebuah jasa pengiriman sebelum menggunakannya. Lihat juga testimoni dari pengguna jasa pengiriman tersebut. Setelah mengirimkan barang, Anda juga perlu mengecek status pengiriman secara berkala untuk menghindari terjadinya masalah.

 

Apabila barang tertahan terlalu lama dan belum juga dikirimkan kepada penerima, sebaiknya tanyakan kepada pihak ekspedisi untuk mengetahui kendala apa yang tengah terjadi. Terus pantau kiriman sampai penerima sudah mendapatkan barang yang Anda kirimkan.

Dalam melakukan transaksi jual beli online yang memerlukan jasa pengiriman, memang butuh kehati-hatian. Mulai dari membungkus barang, penulisan nama dan alamat penerima, hingga selalu memantau status pengiriman. Agar semua berjalan lancar, pastikan untuk selalu menggunakan jasa kirim barang yang sudah terpercaya dan terbukti dapat menjalankan tugas dengan baik.

0 komentar:

Posting Komentar